Proses penyemaian dan pemindahan tanaman ke media hidroponik
Siluq Ngurai – Peserta didik SMAN 1 Siluq Ngurai kembali menghasilkan karya nyata melalui pembelajaran Muatan Lokal (Mulok) Hidroponik. Di bawah bimbingan guru mata pelajaran Bapak Cecep Yastian Happy, S.Th., siswa berhasil membudidayakan sayur pakcoy menggunakan sistem hidroponik sederhana yang menjadi salah satu materi praktik dalam pembelajaran.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik dalam mengenal teknik budidaya tanaman modern yang tidak memerlukan lahan luas. Selain mempelajari teori di dalam kelas, siswa juga terlibat aktif dalam seluruh proses penanaman hingga panen.
Proses budidaya dimulai dengan penyemaian benih pakcoy pada media tanam yang telah disiapkan. Setelah benih tumbuh dan memiliki beberapa helai daun, bibit dipindahkan ke instalasi hidroponik. Pada tahap ini, siswa belajar menempatkan tanaman pada netpot dan memastikan akar dapat menjangkau larutan nutrisi yang menjadi sumber makanan utama tanaman.
Selanjutnya, siswa menyiapkan dan mencampurkan larutan nutrisi hidroponik sesuai kebutuhan tanaman. Nutrisi tersebut dialirkan ke akar sehingga pakcoy dapat tumbuh dengan baik meskipun tanpa menggunakan tanah. Selama masa pertumbuhan, siswa secara rutin memantau kondisi tanaman, memeriksa ketersediaan air dan nutrisi, serta menjaga kebersihan instalasi hidroponik.
Berkat perawatan yang dilakukan secara konsisten, tanaman pakcoy tumbuh subur dengan daun yang hijau segar dan siap dipanen. Kegiatan panen menjadi momen yang paling dinantikan karena siswa dapat melihat secara langsung hasil dari kerja keras dan ketekunan mereka selama proses budidaya.
Hasil panen sayur pakcoy dimanfaatkan oleh warga sekolah, baik untuk kebutuhan konsumsi maupun sebagai sarana edukasi tentang pentingnya mengonsumsi sayuran sehat. Pemanfaatan hasil panen ini menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran tidak hanya menghasilkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekolah.
Guru Muatan Lokal kelas X, Cecep Yastian Happy, S.Th., menyampaikan bahwa kegiatan hidroponik menjadi salah satu media pembelajaran yang efektif untuk menumbuhkan jiwa kreatif, disiplin, dan tanggung jawab pada peserta didik.
“Melalui kegiatan ini, siswa belajar bahwa proses menghasilkan sesuatu membutuhkan kesabaran dan kerja sama. Mereka juga memperoleh keterampilan dasar dalam budidaya tanaman yang dapat diterapkan di rumah maupun di masyarakat,” ujarnya.
Melalui program Muatan Lokal Hidroponik, SMAN 1 Siluq Ngurai terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, inovatif, dan bermanfaat. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan minat peserta didik terhadap bidang pertanian modern sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan ketahanan pangan di masa depan.
Share this
